<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>An Ordinary Boy</title>
	<atom:link href="http://bluetiger01.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bluetiger01.wordpress.com</link>
	<description>Veni, Vidi, Vici</description>
	<lastBuildDate>Fri, 23 Apr 2010 23:58:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bluetiger01.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>An Ordinary Boy</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bluetiger01.wordpress.com/osd.xml" title="An Ordinary Boy" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bluetiger01.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Indonesia is Atlantis and Atlantis is Indonesia</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/indonesia-is-atlantis-and-atlantis-is-indonesia/</link>
		<comments>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/indonesia-is-atlantis-and-atlantis-is-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 23:58:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bluetiger01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bluetiger01.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Cerita Seru. Seorang ilmuwan asal Brazil Prof. Arysio N. dos Santos menerbitkan buku yang menggemparkan “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.  Secara tegas dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600 tahun yang lalu itu adalah di Indonesia. Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu adalah benua yang dihuni oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=40&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>C</strong><strong>erita Seru.</strong> Seorang ilmuwan asal  Brazil Prof. Arysio N. dos Santos menerbitkan buku yang menggemparkan  “Atlantis the Lost Continents Finally Found”.  Secara tegas  dinyatakannya bahwa lokasi Atlantis yang hilang sejak kira-kira 11.600  tahun yang lalu itu adalah di Indonesia.</p>
<p>Selama ini, benua yang diceritakan Plato 2.500 tahun yang lalu itu  adalah benua yang dihuni oleh bangsa Atlantis yang memiliki peradaban  yang sangat tinggi dengan alamnya yang sangat kaya, yang kemudian hilang  tenggelam ke dasar laut oleh bencana banjir dan gempa bumi sebagai  hukuman dari para Dewa. Kisah Atlantis ini dibahas dari masa ke masa,  dan upaya penelusuran terus pula dilakukan guna menemukan sisa-sisa  peradaban tinggi yang telah dicapai oleh bangsa Atlantis itu.</p>
<p>Pencarian dilakukan di samudera Atlantik, Laut Tengah, Caribea,  sampai ke kutub Utara. Pencarian ini sama sekali tidak ada hasilnya,  sehingga sebagian orang beranggapan bahwa yang diceritakan Plato itu  hanyalah negeri dongeng semata.</p>
<div></div>
<p>Profesor Santos yang ahli Fisika Nuklir ini menyatakan bahwa  Atlantis tidak pernah ditemukan karena dicari di tempat yang salah.  Lokasi yang benar secara menyakinkan adalah Indonesia, katanya. Dia  mengatakan bahwa dia sudah meneliti kemungkinan lokasi Atlantis selama  29 tahun terakhir ini.</p>
<p>Ilmu yang digunakan Santos dalam menelusur lokasi Atlantis ini adalah  ilmu Geologi, Astronomi, Paleontologi, Archeologi, Linguistik,  Ethnologi, dan Comparative Mythology. (Kualifikasi Santos dapat dilihat  dengan cara di <a href="http://atlan.org/author/resume.htm">KLIK DISINI</a>)</p>
<p>Buku Santos sewaktu ditanyakan ke ‘Amazon.com’ seminggu yang lalu  ternyata habis tidak bersisa. Bukunya ini terlink ke 400 buah sites di  Internet, dan websitenya sendiri menurut Santos selama ini telah  dikunjungi sebanyak 2.500.000 visits.</p>
<p>Sampai saat ini belum dapat dideteksi apakah sang ahli falsafah ini  hanya menceritakan sebuah mitos, moral fable, science fiction, ataukah  sebenarnya dia menceritakan sebuah kisah sejarah. Ataukah pula dia  menjelaskan sebuah fakta secara jujur bahwa Atlantis adalah sebuah  realitas absolut?</p>
<p>Plato bercerita bahwa Atlantis adalah sebuah negara makmur dengan  emas, batuan mulia, dan ‘mother of all civilazation’ dengan kerajaan  berukuran benua yang menguasai pelayaran, perdagangan, menguasai ilmu  metalurgi, memiliki jaringan irigasi, dengan kehidupan berkesenian,  tarian, teater, musik, dan olahraga.</p>
<p>Warga Atlantis yang semula merupakan orang-orang terhormat dan kaya,  kemudian berubah menjadi ambisius. Para dewa kemudian menghukum mereka  dengan mendatangkan banjir, letusan gunung berapi, dan gempa bumi yang  sedemikian dahsyatnya sehingga menenggelamkan seluruh benua itu.</p>
<div><img src="http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis1.jpg" alt="" width="300" height="238" />Gambar 1 :  Atlantis</p>
</div>
<p>Kisah-kisah sejenis atau mirip kisah Atlantis ini yang berakhir  dengan bencana banjir dan gempa bumi, ternyata juga ditemui dalam  kisah-kisah sakral tradisional di berbagai bagian dunia, yang  diceritakan dalam bahasa setempat. Menurut Santos, ukuran waktu yang  diberikan Plato 11.600 tahun BP (Before Present), secara tepat bersamaan  dengan berakhirnya Zaman Es Pleistocene, yang juga menimbulkan bencana  banjir dan gempa yang sangat hebat.</p>
<p>Bencana ini menyebabkan punahnya 70% dari species mamalia yang hidup  saat itu, termasuk kemungkinan juga dua species manusia : Neandertal dan  Cro-Magnon. Sebelum terjadinya bencana banjir itu, pulau Sumatera,  pulau Jawa, Kalimantan dan Nusa Tenggara masih menyatu dengan  semenanjung Malaysia dan benua Asia.</p>
<p>Sulawesi, Maluku dan Irian masih menyatu dengan benua Australia dan  terpisah dengan Sumatera dan lain-lain itu. Kedua kelompok pulau ini  dipisahkan oleh sebuah selat yang mengikuti garis ‘Wallace’. (Lihat  gambar 1)</p>
<div><img src="http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis2.jpg" alt="Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine)" width="320" height="245" />Gambar 2 : Atlantis (National  Geographic Magazine)</p>
</div>
<p>Posisi Indonesia terletak pada 3 lempeng tektonis yang saling  menekan, yang menimbulkan sederetan gunung berapi mulai dari Sumatera,  Jawa, Nusa Tenggara, dan terus ke Utara sampai ke Filipina yang  merupakan bagian dari ‘Ring of Fire’.</p>
<p>Gunung utama yang disebutkan oleh Santos, yang memegang peranan  penting dalam bencana ini adalah Gunung Krakatau dan ‘sebuah gunung  lain’ (kemungkinan Gunung Toba). Gunung lain yang disebut-sebut (dalam  kaitannya dengan kisah-kisah mytologi adalah Gunung Semeru, Gunung  Agung, dan Gunung Rinjani.</p>
<p>Bencana alam beruntun ini menurut Santos dimulai dengan ledakan  dahsyat gunung Krakatau, yang memusnahkan seluruh gunung itu sendiri,  dan membentuk sebuah kaldera besar yaitu selat Sunda yang jadinya  memisahkan pulau Sumatera dan Jawa.</p>
<p>Letusan ini menimbulkan tsunami dengan gelombang laut yang sangat  tinggi, yang kemudian menutupi dataran-dataran rendah diantara Sumatera  dengan Semenanjung Malaysia, diantara Jawa dan Kalimantan, dan antara  Sumatera dan Kalimantan.</p>
<p>Abu hasil letusan gunung Krakatau yang berupa ‘fly-ash’ naik tinggi  ke udara dan ditiup angin ke seluruh bagian dunia yang pada masa itu  sebagian besar masih ditutup es (Zaman Es Pleistocene) . Abu ini  kemudian turun dan menutupi lapisan es. Akibat adanya lapisan abu, es  kemudian mencair sebagai akibat panas matahari yang diserap oleh lapisan  abu tersebut. Gletser di kutub Utara dan Eropah kemudian meleleh dan  mengalir ke seluruh bagian bumi yang rendah, termasuk Indonesia.</p>
<p>Banjir akibat tsunami dan lelehan es inilah yang menyebabkan air laut  naik sekitar 130 meter diatas dataran rendah Indonesia. Dataran rendah  di Indonesia tenggelam dibawah muka laut, dan yang tinggal adalah  dataran tinggi dan puncak-puncak gunung berapi.</p>
<p>Tekanan air yang besar ini menimbulkan tarikan dan tekanan yang hebat  pada lempeng-lempeng benua, yang selanjutnya menimbulkan  letusan-letusan gunung berapi selanjutnya dan gempa bumi yang dahsyat.  Akibatnya adalah berakhirnya Zaman Es Pleitocene secara dramatis.</p>
<p>Dalam bukunya Plato menyebutkan bahwa Atlantis adalah negara makmur  yang bermandi matahari sepanjang waktu. Padahal zaman pada waktu itu  adalah Zaman Es, dimana temperatur bumi secara menyeluruh adalah  kira-kira 15 derajat Celcius lebih dingin dari sekarang.</p>
<p>Lokasi yang bermandi sinar matahari pada waktu itu hanyalah Indonesia  yang memang terletak di katulistiwa.<br />
Plato juga menyebutkan bahwa luas benua Atlantis yang hilang itu  “….lebih besar dari Lybia (Afrika Utara) dan Asia Kecil digabung jadi  satu…”. Luas ini persis sama dengan luas kawasan Indonesia ditambah  dengan luas Laut China Selatan.</p>
<p>Menurut Profesor Santos, para ahli yang umumnya berasal dari Barat,  berkeyakinan teguh bahwa peradaban manusia berasal dari dunia mereka.  Tapi realitas menunjukkan bahwa Atlantis berada di bawah perairan  Indonesia dan bukan di tempat lain.</p>
<p>Santos telah menduga hal ini lebih dari 20 tahunan yang lalu sewaktu  dia mencermati tradisi-tradisi suci dari Junani, Roma, Mesir,  Mesopotamia, Phoenicia, Amerindian, Hindu, Budha, dan Judeo-Christian.  Walau dikisahkan dalam bahasa mereka masing-masing, ternyata  istilah-istilah yang digunakan banyak yang merujuk ke hal atau kejadian  yang sama.</p>
<p>Santos menyimpulkan bahwa penduduk Atlantis terdiri dari beberapa  suku/etnis, dimana 2 buah suku terbesar adalah Aryan dan Dravidas. Semua  suku bangsa ini sebelumya berasal dari Afrika 3 juta tahun yang lalu,  yang kemudian menyebar ke seluruh Eurasia dan ke Timur sampai Auatralia  lebih kurang 1 juta tahun yang lalu.</p>
<p>Di Indonesia mereka menemukan kondisi alam yang ideal untuk  berkembang, yang menumbuhkan pengetahuan tentang pertanian serta  peradaban secara menyeluruh. Ini terjadi pada zaman Pleistocene.</p>
<p>Pada Zaman Es itu, Atlantis adalah surga tropis dengan padang-padang  yang indah, gunung, batu-batu mulia, metal berbagai jenis, parfum,  sungai, danau, saluran irigasi, pertanian yang sangat produktif, istana  emas dengan dinding-dinding perak, gajah, dan bermacam hewan liar  lainnya. Menurut Santos, hanya Indonesialah yang sekaya ini.</p>
<p>Ketika bencana yang diceritakan diatas terjadi, dimana air laut naik  setinggi kira-kira 130 meter, penduduk Atlantis yang selamat terpaksa  keluar dan pindah ke India, Asia Tenggara, China, Polynesia, dan  Amerika. Suku Aryan yang bermigrasi ke India mula-mula pindah dan  menetap di lembah Indus. . Karena glacier Himalaya juga mencair dan  menimbulkan banjir di lembah Indus, mereka bermigrasi lebih lanjut ke  Mesir, Mesopotamia, Palestin, Afrika Utara, dan Asia Utara.</p>
<p>Di tempat-tempat baru ini mereka kemudian berupaya mengembangkan  kembali budaya Atlantis yang merupakan akar budaya mereka. Catatan  terbaik dari tenggelamnya benua Atlantis ini dicatat di India melalui  tradisi-tradisi cuci di daerah seperti Lanka, Kumari Kandan, Tripura,  dan lain-lain. Mereka adalah pewaris dari budaya yang tenggelam  tersebut.</p>
<p>Suku Dravidas yang berkulit lebih gelap tetap tinggal di Indonesia.</p>
<p>Migrasi besar-besaran ini dapat menjelaskan timbulnya secara  tiba-tiba atau seketika teknologi maju seperti pertanian, pengolahan  batu mulia, metalurgi, agama, dan diatas semuanya adalah bahasa dan  abjad di seluruh dunia selama masa yang disebut Neolithic Revolution.</p>
<p>Bahasa-bahasa dapat ditelusur berasal dari Sansekerta dan Dravida.  Karenanya bahasa-bahasa di dunia sangat maju dipandang dari gramatika  dan semantik. Contohnya adalah abjad. Semua abjad menunjukkan adanya  “sidik jari” dari India yang pada masa itu merupakan bagian yang  integral dari Indonesia.</p>
<p>Dari Indonesialah lahir bibit-bibit peradaban yang kemudian  berkembang menjadi budaya lembah Indus, Mesir, Mesopotamia, Hatti,  Junani, Minoan, Crete, Roma, Inka, Maya, Aztek, dan lain-lain.  Budaya-budaya ini mengenal mitos yang sangat mirip. Nama Atlantis  diberbagai suku bangsa disebut sebagai Tala, Attala, Patala, Talatala,  Thule, Tollan, Aztlan, Tluloc, dan lain-lain.</p>
<p>Itulah ringkasan teori Profesor Santos yang ingin membuktikan bahwa  benua atlantis yang hilang itu sebenarnya berada di Indonesia.  Bukti-bukti yang menguatkan Indonesia sebagai Atlantis, dibandingkan  dengan lokasi alternatif lainnya disimpulkan Profesor Santos dalam suatu  matrix yang disebutnya sebagai ‘Checklist’ (<a href="http://atlan.org/articles/checklist/#checklist">KLIK DISINI</a>).</p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya teori ini, atau dapat dibuktikannya  atau tidak kelak keberadaan Atlantis di bawah laut di Indonesia, teori  Profesor Santos ini sampai saat ini ternyata mampu menarik perhatian  orang-orang luar ke Indonesia. Teori ini juga disusun dengan argumentasi  atau hujjah yang cukup jelas.</p>
<p>Kalau ada yang beranggapan bahwa kualitas bangsa Indonesia sekarang  sama sekali “tidak meyakinkan” untuk dapat dikatakan sebagai nenek  moyang dari bangsa-bangsa maju yang diturunkannya itu, maka ini adalah  suatu proses maju atau mundurnya peradaban yang memakan waktu lebih dari  sepuluh ribu tahun.</p>
<p>Profesor Santos akan terus melakukan penelitian lapangan lebih lanjut  guna membuktikan teorinya. Kemajuan teknologi masa kini seperti satelit  yang mampu memetakan dasar lautan, kapal selam mini untuk penelitian  (sebagaimana yang digunakan untuk menemukan kapal ‘Titanic’), dan  beragam peralatan canggih lainnya diharapkannya akan mampu membantu  mencari bukti-bukti pendukung yang kini diduga masih tersembunyi di  dasar laut di Indonesia.</p>
<p>Apa yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan bangsa Indonesia ?</p>
<p>Bagaimana pula pakar Indonesia dari berbagai disiplin keilmuan  menanggapi teori yang sebenarnya “mengangkat” Indonesia ke posisi sangat  terhormat : sebagai asal usul peradaban bangsa-bangsa seluruh dunia  ini?</p>
<p>Coba dong beri pula perhatian yang memadai.</p>
<p>Atau coba kita renungkan penyebab Atlantis dulu dihancurkan :  penduduk cerdas terhormat yang berubah menjadi ambisius serta berbagai  kelakuan buruk lainnya (mungkin ‘korupsi’ salah satunya). Nah,  salah-salah Indonesia sang “mantan Atlantis” ini bakal kena hukuman lagi  nanti kalau tidak mau berubah seperti yang ditampakkan bangsa ini  secara terang-terangan sekarang ini.</p>
<p>Santos mengatakan berdasarkan penelitiannya bahwa berbagai kisah  tentang negara bak ‘surga’ yang kemudian menjadi hilang, bencana banjir  besar, letusan gunung berapi, dan gempa dahsyat ditemui pada kisah-kisah  berbagai bangsa di seluruh dunia. Kisah ini mirip satu dengan lainnya.</p>
<p>Konon kabarnya pula, sejumlah menhir yang berjumlah 800an buah di  Mahat posisinya menghadap kearah matahari terbit, atau kearah Timur.   Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang  tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa  bumi.Arah Timur dari Mahat adalah arah lokasi Atlantis versi Santos yang  tenggelam oleh tsunami, banjir, letusan gunung berapi dan gempa bumi.</p>
<p>Pulau Sumaterapun ternyata tertulis dalam kisah Atlantis, yang  disebut sebagai Taprobane. Dulu Taprobane ini diartikan sebagai Ceylon,  tapi kalau melihat ukuran besarnya tidak syak lagi bahwa Taprobane  adalah Sumatera yang dikisahkan kaya dengan emas, batuan mulia, dan  beragam binatang termasuk gajah.</p>
<p>Itulah kira-kira teori Santos secara sangat ringkas.</p>
<p>Bagi yang berminat untuk membaca lebih jelas, dapat langsung ke  website Profesor Santos http://atlan. org/ atau membeli bukunya yang  disebutkan diatas ke penerbit ‘Amazon.com’ (kalau sudah ada terbitan  barunya).<br />
Dan….perusahaan penerbangan mana yang akan memulai dengan iklan : <strong>Indonesia,  Truly Atlantis………</strong></p>
<p>Sumber: <a href="http://kadaikopi.carpediem123.com/?p=1668">Kadaikopi</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bluetiger01.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bluetiger01.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=40&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/indonesia-is-atlantis-and-atlantis-is-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5e0e5e8bfe0f9539e296e2b080caaff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bluetiger01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kadaikopi.carpediem123.com/wp-content/uploads/2009/03/atlantis2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Gambar 2 : Atlantis (National Geographic Magazine)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Yunani Minangkabau</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/yunani-minangkabau/</link>
		<comments>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/yunani-minangkabau/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 23:43:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bluetiger01</dc:creator>
				<category><![CDATA[History]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[yunani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bluetiger01.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[Misteri soal mitos orang Minangkabau sebagai keturunan dari Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung dari Macedonia) tidak henti-hentinya menjadi bahan perdebatan sekaligus penelitian. Tidak ada bukti-bukti tertulis dan ranji silsilah yang dapat dijadikan rujukan. Reaksi dari para penerima cerita ini juga cenderung terbagi antar dua kutub ekstrim yaitu kutub sinisme yang nyata-nyata menolak dan antipati terhadap cerita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=36&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Misteri soal mitos orang Minangkabau  sebagai keturunan dari Iskandar Zulkarnain (Alexander Agung dari  Macedonia) tidak henti-hentinya menjadi bahan perdebatan sekaligus  penelitian. Tidak ada bukti-bukti tertulis dan ranji silsilah yang dapat  dijadikan rujukan. Reaksi dari para penerima cerita ini juga cenderung  terbagi antar dua kutub ekstrim yaitu kutub sinisme yang nyata-nyata  menolak dan antipati terhadap cerita itu bahkan sedikitpun tidak mau  mendengar, bahkan malu akan cerita yang mengada ada itu, dan kutub  fanatisme yang menerima secara buta dan bangga sebagai sebuah ideologi  turunan.<span id="more-36"></span></p>
<p>Diluar itu semua saya menemukan di luar  sana berserakan serpihan-serpihan yang tak terbantahkan memiliki kaitan  dengan <strong>Kebudayaan Hellenisme</strong>, Sistem Matrilineal dan  Sistem Pemerintahan Nagari yang betul-betul khas Yunani. Untuk menjawab  semua itu, saya menenggelamkan diri dalam kutub ketiga yaitu kutub  kritis dan peneliti. Saya akan mendengar semua sumber baik logis maupun  mitos, saya akan memperluas cakupan kajian dengan tidak hanya terkurung  dalam tempurung keminangkabauan. Saya memandang mitos tidak dengan cara  benar atau salahnya mitos tersebut, namun dengan titik fokus kenapa  mitos itu tercipta. Mitos menyimpan kunci-kunci nama tokoh, nama tempat,  dan kejadian walaupun miskin informasi tarikh sejarah. Hasil budaya,  sistem sosial, pranata sosial politik dan bahasa menyimpan ribuan kunci  yang menarik untuk diteliti, tentu saja dengan syarat pertama tadi,  yaitu : keluar dari tempurung keminangkabauan.</p>
<p>Dalam tulisan saya sebelumnya saya telah  menyinggung soal <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/18/rahasia-suku-malayu-di-pariangan/" target="_blank">suku-suku pertama Minangkabau</a> yang menunjukkan asal  daerah mereka dan ideologi agama yang menjadi latar belakang mereka.  Saya juga sudah mengulas soal ke-identikan antara <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greco-Buddhist_art" target="_blank">seni  ukiran yang berkembang di Gandhara</a> dengan <a href="http://zulfikri.orgfree.com/ukiran01.html" target="_blank">motif  ukiran Minangkabau</a> dalam tulisan <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/18/warisan-ukiran-dari-gandhara/" target="_blank"><strong>warisan ukiran dari Gandhara</strong></a>.</p>
<p><strong>Gandhara di Lembah Sungai Indus  (600 SM)</strong></p>
<p>Gandhara merupakan tempat percampuran  berbagai budaya dan agama setelah daerah di Lembah Sungai Indus bagian  tengah ini ditaklukkan oleh Alexander Agung pada 327 SM. Budaya dan  agama yang bercampur baur di Gandhara diantaranya adalah agama  tradisional Yunani, Buddha, Hindu dan Zoroatrianisme.</p>
<p>Seluruh pengelana yang menempuh jalan darat  dari timur Asia ke barat Eropa atau sebaliknya, pada masa itu, tidak  punya pilihan selain melalui Gandhara (Afghanistan sekarang). Hanya  lewat Jalur Sutra inilah perdagangan sutra Cina, pecah belah Alexandria,  patung perunggu asal Roma, dan ukiran gading yang indah produksi India  pada masa itu bisa terlaksana. Tak hanya pedagang, ribuan biksu Buddha  juga ikut lalu lalang di Jalur Sutra. Mereka menemani kafilah-kafilah  pembawa dagangan, sambil menyebarkan ajaran-ajaran Buddha sepanjang  perjalanan. Sebuah versi sejarah menyatakan, dari wilayah Afghanistan  inilah ajaran Buddha tersebar hingga ke Cina, Korea, Jepang, Tibet,  Nepal, Bhutan, dan Mongolia.</p>
<p>Keberadaan <a title="Stupa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Stupa">stupa</a> di kota Yunani <a title="Sirkap (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Sirkap&amp;action=edit&amp;redlink=1">Sirkap</a>,  yang dibangun oleh <a title="Demetrius I dari Baktria (halaman belum  tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Demetrius_I_dari_Baktria&amp;action=edit&amp;redlink=1">Demetrius</a> sudah menunjukkan sebuah sinkretisme yang kuat atau perpaduan antara  agama Yunani dan <a title="Buddha" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Buddha">Buddha</a>, bersama dengan  agama-agama lainnya seperti <a title="Hindu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hindu">Hindu</a> dan <a title="Zoroastrianisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zoroastrianisme">Zoroastrianisme</a>.  Gaya bangunan adalah Yunani, yang dihias dengan pilar-pilar kolom  Korintus. Kemudian di <a title="Hadda (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadda&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hadda</a>,  dewa Yunani <a title="Atlas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atlas">Atlas</a> digambarkan menopang monumen Buddha yang dihias dengan pilar-pilar  kolom Yunani.</p>
<p><a href="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/ancient_india.gif"><img src="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/ancient_india.gif?w=508&#038;h=415&#038;h=415" alt="Ancient_india" width="508" height="415" /></a></p>
<p><strong>Gandhara Scrolls dan Motif Ukiran  Minangkabau</strong></p>
<p>Gandhara scrolls adalah motifÃ‚Â  hiasan  gulungan khas Helenistik dengan ukiran dedaunan anggur dari <a title="Hadda (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hadda&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hadda</a>,  Pakistan utara. Motif ini berasal dari Yunani yang dibawa oleh pengikut  dan tentara-tentara Alexander Agung pada saat penaklukan dunia timur.  Pada tahun 326 SM, sebelum melakukan perjalanan kembali, Alexander <a href="http://venuskomputer.wordpress.com/2009/03/05/pengaruh-hellenisme-dalam-gaya-seni-arca-masa-klasik-tua-di-jawa-abad-ke-8%E2%80%9410-m/" target="_blank">memerintahkan bala tentaranya untuk mendirikan 12 kuil</a> yang sebagai ungkapan terima kasih kepada dewa-dewa Yunani, kuil-kuil  itu dilengkapi dengan arca-arca dewa yang tentunya dibuat menurut gaya  seni Hellas.</p>
<p><a href="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/gandharascrolls.gif"><img src="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/gandharascrolls.gif?w=475&#038;h=150&#038;h=158" alt="GandharaScrolls" width="475" height="158" /></a></p>
<p><em>Gandara Scrolls Motif (Gulungan  Anggur dari Yunani)</em></p>
<p><a href="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/kambang-manih.gif"><img src="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/kambang-manih.gif?w=477&#038;h=150&#038;h=159" alt="kambang manih" width="477" height="159" /></a></p>
<p><em>Motif Si Kambang Manih dalam Ukiran  Minangkabau</em> <strong>Kota Kota Model Yunani dan Sistem Konfederasi  Nagari di Minangkabau</strong></p>
<p>Adalah suatu misteri sebelumnya ketika kita  menemui bahwa di Minangkabau terdapat suatu sistem pemerintahan yang  sangat asing untuk wilayah Nusantara. Kerajaan Minangkabau lebih  merupakan konfederasi dari ratusan nagari, dan kedudukan raja sifatnya  adalah simbol semata. Bahkan Lembaga Raja itu sendiri berbentuk suatu <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Triumvirate" target="_blank">Triumvirat</a> yang disebut <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/15/pemerintahan-rajo-nan-tigo-selo-di-pagaruyung/" target="_blank">Rajo Nan Tigo Selo</a> dengan anggota-anggota Rajo  Alam, Rajo Adat dan Rajo Ibadat. <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/15/sistem-kelarasan-madzhab-ketatanegaraan-minangkabau/" target="_blank">Pemerintahan</a> sendiri dijalankan dengan bantuan  dewan menteri yang disebut Basa Ampek Balai dengan anggota sejumlah 4  menteri dan sejumlah 7 lembaga negara yang disebut dengan <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/17/gajah-tongga-koto-piliang-dan-gajah-tunggal-lubuk-jambi/" target="_blank">Langgam Nan Tujuah</a> yang berkedudukan di 7 nagari  penting. Dalam kerajaan juga berlaku 2 mazhab pemerintahan yang disebut  kelarasan yaitu Sistem Kelarasan Koto Piliang yang aristoktratis dan  Sistem Kelarasan Bodi Caniago yang demokratis. Belakangan muncul pula  Sistem Kelarasan Lareh Nan Panjang yang menggabungkan kedua mazhab yang  ada sebelumnya.</p>
<p><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hellenistic_civilization" target="_blank">Kerajaan-kerajaan Hellenistic</a> yang berkembang  disekitar lembah sungai Indus seperti <a href="http://id.wiki.detik.com/wiki/Kekaisaran_Seleukus" target="_blank">Seleucid  Empire</a>, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Greco-Bactrian_Kingdom" target="_blank">Bactria</a> dan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gandhara" target="_blank">Gandhara</a> mendirikan kota-kota menurut model Yunani, seperti di <a title="Ai-Khanoum (halaman belum tersedia)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ai-Khanoum&amp;action=edit&amp;redlink=1">Ai-Khanoum</a> di <a title="Baktria" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Baktria">Baktria</a>,  yang hanya menunjukkan ciri-ciri khas arsitektural Hellenistic.  Kota-kota ini juga diatur dengan sistem <a href="http://books.google.co.id/books?id=UkA3_brGfu4C&amp;pg=PA27&amp;lpg=PA27&amp;dq=sistem+pemerintahan+negara+kota+yunani&amp;source=bl&amp;ots=tvXT1leKm4&amp;sig=_IfM4ama0Awu9Dv4b3iQyrAKCnw&amp;hl=id&amp;ei=Z0bdSqOoKJT6kAXVpIUU&amp;sa=X&amp;oi=book_result&amp;ct=result&amp;resnum=2&amp;ved=0CAoQ6AEwAQ#v=onepage&amp;q=sistem%20pemerintahan%20negara%20kota%20yunani&amp;f=false" target="_blank">pemerintahan polis-polis</a> ala Yunani kuno. Sistem  inilah yang dibawa oleh nenek moyang orang Minangkabau yang sangat  mengagumi Alexander Agung itu. Belakangan mereka menciptakan mitos bahwa  mereka itulah keturunan langsung dari Alexander Agung.</p>
<p>Selain di Minangkabau, sistem pemerintahan  berbentuk <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Confederation" target="_blank">Konfederasi</a> ini juga di temukan di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Champa" target="_blank">Kerajaan  Champa</a>. Kerajaan Champa yang berdiri sepanjang abad ke 7 hingga  tahun 1832 ini berbentuk Konfederasi Kota yang terdiri dari Indrapura,  Amaravati, Vijaya, Kauthara dan Panduranga.</p>
<p><strong>Sistem Matrilineal dan Jejaknya di  Jalur Perdagangan India-China</strong></p>
<p>Satu lagi kunci untuk mengungkap asal-usul  dan diaspora nenek moyang orang Minangkabau adalah sistem kekerabatan  Matrilineal yang dianut suku ini. Di sepanjang jalur perdagangan  India-China sistem ini ditemukan diÃƒÆ’Ã¢â‚¬Å¡Ãƒâ€šÃ‚Â <a title="Kerala" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Kerala">Kerala</a>, <a title="Karnataka" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Karnataka">Karnataka</a>,  dan <a title="Tamil Nadu" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Tamil_Nadu">Tamil Nadu</a> diÃƒÆ’Ã¢â‚¬Å¡Ãƒâ€šÃ‚Â  <a title="India" href="http://en.wikipedia.org/wiki/India">India</a> , sebagaian wilayah  Siam (Thailand), di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Champa" target="_blank">Kerajaan  Champa</a> di Vietnam sekarang dan di wilayah <a title="Naxi" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Naxi">Naxi</a> di <a title="China" href="http://en.wikipedia.org/wiki/China">China</a></p>
<p><strong>Kesimpulan dan Hipotesa</strong></p>
<p>Dari data-data diatas terjawab sudah  keheranan selama ini tentang mitos asal-usul orang Minangkabau. Klaim  sebagai keturunan Iskandar Zulkarnain itu bisa dipahami sebagai bentuk  kekaguman nenek moyang orang Minangkabau yang berasal dari Gandhara di  Lembah Sungai Indus terhadap sosok Alexander Agung yang mendirikan  peradaban Hellenistic, peradaban perpaduan timur dan barat yang meramu  unsur-unsur Yunani, Buddha, Kebudayaan Hindu India dan Kebudayaan Persia  serta Zoroatrianisme.</p>
<p>Nenek moyang orang Minangkabau menurut <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/15/tambo-alam-minangkabau-dt-sangguno-dirajo/" target="_blank">Tambo Alam Minangkabau</a> bernama (bergelar) Sultan  Maharajo Dirajo. Dari nama tersebut sangat jelas bahwa dia berasal dari  India. Dalam Tambo daerah asal ini disebut Tanah Basa atau dalam bahasa  asalnya adalah <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mahajanapada" target="_blank">Mahajanapada</a>. Dalam rombongan tersebut ikut  anggota-anggota bernama Cateri Bilang Pandai (asal India) berkasta  ksatria, Harimau Campa (asal <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Champa" target="_blank">Champa</a>),  Kucing Siam (asal Siam), Kambing Hutan (asal Cambay, India) dan Anjing  Mualim (asal Persia) sebagai navigator. Tiga daerah asal pengiring ini  masih menganut sistem matrilineal hingga saat ini yaitu India (di  Kerala, Karnataka dan Tamil Nadu), Siam/Thailand (pada beberapa daerah)  dan Champa (Vietnam).</p>
<p>Terakhir saya kutipkan sebagian isi Tambo  pada <a href="http://mozaikminang.wordpress.com/2009/10/15/sutan-maharajo-dirajo-dan-mitos-puti-bidodari-dari-sarugo/" target="_blank">episode awal keberangkatan</a> (eksodus dari Tanah  Basa):</p>
<blockquote><p><em>adopun  Sutan Sikandareni rajo alam nan arih bijaksano, mancaliak anak lah  mulai gadang lah masak alemu jo pangaja, timbua niaik dalam hati nak  manyuruah anak pai marantau mancari alimu jo pangalaman, mako tapikialah  maso itu jo apo anak nak kadilapeh balayia dilauik basa, tabayanglah  sabatang kayu gadang nan tumbuah dihulu Batang Masia banamo kayu  Sajatalobi, daun rimbun rantiangnyo banyak batang panjang luruih pulo,  tabik pangana andak manabangnyo kadibuek pincalang (parahu) tigo buah  untuak palapeh anak marantau </em></p></blockquote>
<p>(adapun Iskandar Zulkarnain, raja yang arif  bijaksana, melihat anak yang mulai dewasa, sudah sempurna ilmu  pengetahuan, timbullah niat dalam hati untuk menyuruh anak pergi  merantau, mencari ilmu dan pengalaman. Maka terpikirlah waktu itu  tentang sarana yang akan digunakan anaknya untuk berlayar di samudera.  Terbayanglah sebuah pohon kayu besar yang tumbuh di hulu sungai Batang  Masia bernama pohon sajatalobi, daunnya rimbun dan rantingnya banyak,  batangnya panjang dan lurus pula. Terpikirlah untuk menebang pohon  tersebut, untuk dibuat perahu sebanyak 3 buah, untuk melepas anak pergi  merantau )</p>
<p>Apakah Sungai Batang Masia yang dimaksud  dalam cerita itu adalah Sungai Indus? Wallahualam bis shawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bluetiger01.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bluetiger01.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=36&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/yunani-minangkabau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5e0e5e8bfe0f9539e296e2b080caaff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bluetiger01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/ancient_india.gif?w=508&#38;h=415&#38;h=415" medium="image">
			<media:title type="html">Ancient_india</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/gandharascrolls.gif?w=450&#38;h=150&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">GandharaScrolls</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://mozaikminang.files.wordpress.com/2009/10/kambang-manih.gif?w=450&#38;h=150&#38;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">kambang manih</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seniman Tarling Cirebon Riwayatmu Sekarang</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/seniman-tarling-cirebon-riwayatmu-sekarang/</link>
		<comments>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/seniman-tarling-cirebon-riwayatmu-sekarang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 23:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bluetiger01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bluetiger01.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[“TARLING dangdut yang ada sekarang ini adalah proses destruksi,” tegas Ahmad Syubhanuddin Alwy. Ketua Yayasan Dewan Kesenian Cirebon itu menyayangkan seni tarling yang saat ini sudah banyak terkontaminasi dengan musik dangdut. Kelompok-kelompok musik yang ada, menurut Alwy, bahkan lebih suka menyandang predikat sebagai kelompok seni tarling dangdut ketimbang tarling murni. TAK bisa dimungkiri, seni tarling [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=30&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“TARLING dangdut yang ada sekarang ini adalah proses destruksi,” tegas Ahmad Syubhanuddin Alwy. Ketua Yayasan Dewan Kesenian Cirebon itu menyayangkan seni tarling yang saat ini sudah banyak terkontaminasi dengan musik dangdut. Kelompok-kelompok musik yang ada, men<a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/tarling.jpg"><img class="size-medium wp-image-31 alignleft" style="margin-top:10px;margin-bottom:10px;border:2px solid black;" title="Tarling" src="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/tarling.jpg?w=300&#038;h=185" alt="" width="300" height="185" /></a>urut Alwy, bahkan lebih suka menyandang predikat sebagai kelompok seni tarling dangdut ketimbang tarling murni.</p>
<p>TAK bisa dimungkiri, seni tarling yang asli saat ini memang sudah tidak begitu diminati kelompok-kelompok kesenian.</p>
<p>Sebab, dengan memasukkan unsur dangdut, pertunjukan mereka dapat menarik lebih banyak penonton terutama di desa-desa yang memang lebih gandrung dengan jenis musik itu.</p>
<p>“Seni tarling secara tegas harus dibedakan dengan dangdut,” ujar Alwy. Bila dua kesenian tersebut dicampur, maka akan merusak keaslian tarling itu sendiri.</p>
<p>Padahal, pertunjukan tarling digunakan para seniman untuk mencurahkan kesedihan tentang penderitaan, percintaan, atau penindasan.</p>
<p>Secara filosofis, tarling bahkan dapat mewakili gambaran sosial antarkelas masyarakat elite dengan alit (kecil). Sedangkan tarling dangdut, sebagian besar hanya menampilkan musik dari negara India yang durasi pertunjukannya lebih banyak diisi dengan musik dangdut.</p>
<p>Hal ini mengakibatkan pesan yang ingin disampaikan tidak tercapai. “Karena waktu yang diberikan untuk pertunjukan tarling sedikit, ceritanya sering tidak selesai,” kata Alwy.</p>
<p>Tarling yang baru dikenal sekitar tahun 1950-an, pada awalnya merupakan musik hiburan anak muda yang dimainkan secara spontan sambil menikmati indahnya rembulan di malam hari.</p>
<p>Pada saat itu instrumen gitar dimainkan dengan cara menirukan tabuhan melodi saron pada gamelan dan diiringi dengan alunan nada suling.</p>
<p>Dari dua alat musik yang sering dimainkan itu, tidak heran bila tarling merupakan sebuah akronim yang berasal dari kata gitar dan suling. Pada awal tahun 1960-an, pementasan tarling di panggung-panggung mulai dipelopori oleh seorang seniman yang bernama Jayana.</p>
<p>Saat itu para pemain tarling tidak hanya melengkapi dirinya dengan gitar dan suling, tetapi juga instrumen lainnya, seperti kendang, gong, tutukan, dan kecrek.</p>
<p>Pertunjukan tarling itu sendiri berupa musik dengan membawakan lagu-lagu gamelan Cirebon, seperti kiser, bendrong, waledan, dan lain-lain.</p>
<p>Dengan kreativitas para pelakunya, tarling kemudian berubah bentuk dari seni musik menjadi teater. Pertunjukan tersebut menyerupai pentas opera, yang sebagian besar tokoh-tokohnya melantunkan dialog dalam bentuk nyanyian.</p>
<p>Kesenian tarling lebih populer di daerah Indramayu dan Cirebon sebab masyarakat di daerah pesisir seperti di kedua daerah tersebut lebih suka mengungkapkan perasaannya langsung secara verbal. “Bisa dibilang, dalam berbicara mereka belak-belakan dan spontan,” kata Alwy.</p>
<p>&gt;small 2small 0&lt; menyebut dua seniman yang masih memegang teguh nilai-nilai asli budaya tarling, yaitu Narto Marta Atmadja dan Abdul Adjib. Narto Marta Atmadja saat ini memimpin kelompok Nada Budaya dan Abdul Adjib memimpin kelompok Putra Sangkala.</p>
<p>Sebenarnya tarling yang dipentaskan Narto dan Adjib merupakan pengembangan dari apa yang dilakukan Jayana. Namun, transformasi seni dari Narto atau Adjib tidak mengubah substansi tarling itu sendiri, karena masih ada pesan-pesan sosial yang disampaikan.</p>
<p>Hal yang berubah adalah proses modernisasi dalam pertunjukannya saja. Dalam hal teknologi misalnya, perbedaan pertunjukan tarling oleh Adjib atau Narto dengan Jayana yang beraliran klasik hanya pada penggunaan perangkat pengeras suara serta instrumen musik elektronik.</p>
<p>Dari segi pemaparan cerita, Jayana mengisahkan kesedihan tokoh-tokohnya dengan nyanyian dari mulutnya sendiri. Oleh karena itu, dalam pertunjukannya, Jayana paling banyak hanya diiringi oleh empat pemain musik. Sedangkan kelompok tarling yang dikelola Narto atau Adjib, anggotanya bisa mencapai hingga 30 orang karena sudah berupa pertunjukan teater musikal.</p>
<p>Saat ini belum tentu sebulan sekali para kelompok kesenian tarling mendapat panggilan pentas. “Di TMII (Taman Mini Indonesia Indah) mungkin hanya satu sampai dua kali dalam satu tahun,” kata Alwy menambahkan.</p>
<p>Bahkan, ada dari para seniman tersebut yang bergabung ke partai politik hanya untuk mendapat penghasilan ataupun mempertahankan kesenian tarling itu sendiri. Dari kegiatan partai itu, biasanya para seniman mendapat kesempatan untuk menunjukkan kebolehannya sekaligus mendapat penghasilan seadanya.</p>
<p>“Dengan honor satu kali pertunjukan sekitar Rp 30 juta pun, kalau dalam sebulan cuma manggung sekali, seniman itu tidak akan jadi kaya,” ujar Alwy menjelaskan.</p>
<p>Dia mengenang masa kejayaan seni tarling pada tahun 1970 sampai awal tahun 1980-an. Ketika itu seniman tarling bisa mendapat panggilan setiap hari, bahkan hingga dua kali dalam sehari.</p>
<p>Walaupun begitu, Alwy sangat kagum dengan para seniman tarling, yang menurutnya sangat setia dan tidak cengeng dalam menghadapi perubahan zaman.</p>
<p>Para seniman tersebut, saat ini menjalani berbagai macam pekerjaan, seperti guru, petani, bahkan tukang ojek. Hebatnya, ketika mendapat panggilan pentas, mereka tidak memerlukan latihan sama sekali.</p>
<p>Selanjutnya, cukup dengan petunjuk lisan dari ketua kelompok, para seniman tarling sudah bisa melakukan improvisasi dengan baik sesuai dengan perannya masing-masing. Meski demikian, pemerintah tidak terlalu peduli dengan kesenian tarling ini.</p>
<p>﻿</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bluetiger01.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bluetiger01.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=30&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/seniman-tarling-cirebon-riwayatmu-sekarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5e0e5e8bfe0f9539e296e2b080caaff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bluetiger01</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/tarling.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Tarling</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bacson Hoabinh</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/bacson-hoabinh/</link>
		<comments>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/bacson-hoabinh/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 22:52:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bluetiger01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bluetiger01.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Istilah bacson-hoabinh ini dipergunakan sejak tahun 1920-an yaitu untuk menunjukan suatu tempat pembuatan alat-alat batu yang khas dengan ciridari peninggalan kebudayaan bacson-hoabinhditemukan diseluruh wilayah asia tenggara,hingga myanmar (burma) Di barat dan ke utar hingga propinsi-propinsi selatandan kurun waktu antara 18000 dan 3000 tahun yang lalu. Namun pembuatan kebudayaan becson-hoabinh masih terus berlangsung di beberapa kawasan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=26&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Istilah bacson-hoabinh ini dipergunakan sejak tahun 1920-an yaitu untuk menunjukan suatu tempat pembuatan alat-alat batu yang khas dengan ciridari peninggalan kebudayaan bacson-hoabinhditemukan diseluruh wilayah asia tenggara,hingga myanmar (burma)</p>
<p>Di barat dan ke utar hingga propinsi-propinsi selatandan kurun waktu antara 18000 dan 3000 tahun yang lalu. Namun pembuatan kebudayaan becson-hoabinh masih terus berlangsung di beberapa kawasan, sampai masa yang lebih baru.</p>
<p>Ciri khas alat batu kebudayaan bacson-hoabinh adalah penyerpihan Pada satu atau dua sisi permukaan batukali yang berukuran lebih kurang satu kepala.hasil penyerpihannyaitu menunjukan berbagai berbentuk seperti lonjong, segi empat segi tiga dan beberapa diantaranya mempunyai ada yang mempunyai bentuk pinggang.menurut c.f gorman penemuan alat-alat batu paling banyak ditemukan dalam penggalian di pegunungan di batu kapur di daerah pietnam dibagian utara, yaitu didaerah bacons pegunungan hoabinh.</p>
<p>Disamping alat-alat dari batu yang berhasil ditemukan,juga ditemukan alat-alat serpih, batu giling dari berbagai ukuran,alat-alat dari tulang dan sisa tulang belulang manusia yang dikubukan dalam posisi terlipat serta ditaburi zat warna merah.</p>
<p>Sementara Itu,di daerah VIETNAM ditemukan tempat-tempat pembuatan alat-alat batu,sejenis alat-alat batu dari kebudayaan BASCON-HOABINH.bahkan di gua XOM TRAI ditemukan alat-alat batu yang sudah diasah pada sisi yang tajam.alat-alat batu dari gua XOM TRAI diperkirakan berasal dari 18000 tahun yang lalu.kemudian dalam pengembanannya,alart-alat batu tersebar dan berhasil ditemukan,hampir diseluruh daerah asia tenggara,baik daratan maupun kepulauan,termasuk wilayah indonesia.</p>
<p>Di Daerah Indonesia,alat-alat dari kebudayaan bacson-hoabinh dapat ditemukan di daerah sumatra,jawa,nusa tenggara,kalimantan,sulawesi sampai ke papua(irian jaya).Di daerah sumatra,alat-alat batusejenis kebudayaan bacson-hoabinhditemukan di lhokseumawe dan medan.benda-benda itu berhasil ditemukan pada bukit-buki sampah kerang yang bersiameter 100 meter dan kedalaman 10 meter.lapiasan kerang tersebut di selang-selingi dengan tanah dan abu.</p>
<p>Di Daerah Jawa,alat-alat kebudayaan batu sejenis dengan kebudayaan bacson-hoabinh ditemukan di daerah lembah sungai bengawan solo.penemuan alat-alat dari batu ini ketika dilakukan penggalian untuk menemukan fodil-fosil manusia purba.Peralatan batu yang berhasil ditemukan memiliki usia jauh lebih tua dari peralatan batu yang ditemukan pada bukit sampah kerang di sumatra. hal ini terlihat dari cara pembuatannya.peralatan batu yang berhasil ditemukan di daerah lembah bengawan solo dibuat dengan cara sangat sederhana dan belum diserpih atau diasah.Batu kali yang dibelah langsung digunakannya dengan cara digenggam.bahkan menurut Von koenigswald, peralatan dari batu itu digunakan oleh manusia purbaindonesia jenis pithecantropus erectus.berdasarkan penelitiaanya,peralatan batu itu berasal dari daerah bacson-hoabinh.</p>
<p>Di daerah Cabbenge juga ditemukan alat-alat batu yang berasal dari kala pleistosen,dan holosen.Penggalian dalam upaya untuk menemukan alat-alat dari batu juga dilakukan di daerah pedalaman sekitar maros.Dari beberapa tempat penggalian,berhasil menemukan alat dari batu toalian diperkirakan berasal dari 7000 tahun yang lalu. perkembangan perlatan batu dari daerah marpos ini,diperkirakan kemunculannya bertumpang tindih dengan munculnya tembikar di kawasan tersebut.</p>
<p>Di samping daerah-daerah tersebut di atas,peralatan dari batu kebudayaan bacson-hoabinh,juga berhasil ditemukan pada daerah-daerah pedalaman semenanjung minahasa, flores,maluku utara,dan daerah lain di indonesia</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bluetiger01.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bluetiger01.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=26&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/bacson-hoabinh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5e0e5e8bfe0f9539e296e2b080caaff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bluetiger01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDUDUK INDONESIA TERTUA DAN PERSEBARAN BANGSA-BANGSA DALAM ZAMAN PREHISTORI</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/penduduk-indonesia-tertua-dan-persebaran-bangsa-bangsa-dalam-zaman-prehistori/</link>
		<comments>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/penduduk-indonesia-tertua-dan-persebaran-bangsa-bangsa-dalam-zaman-prehistori/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Apr 2010 22:47:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bluetiger01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bluetiger01.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Manusia di Indonesia yang tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu, waktu Dataran Sunda masih merupakan daratan, waktu Asia Tanggara bagian benua dan bagian kepulauan masih tersambung menjadi satu. Penduduk Dataran Sunda itu memiliki ciri fisik yang berbeda dari manusi sekarang ini, sisa-sisanya adalah beberapa fosil yang ditemukan di lembah Bengawan Solo. Fosil-fosil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=24&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Manusia di Indonesia yang tertua sudah ada kira-kira satu juta tahun yang lalu, waktu Dataran Sunda masih merupakan daratan, waktu Asia Tanggara bagian benua dan bagian kepulauan masih tersambung menjadi satu. Penduduk Dataran Sunda itu memiliki ciri fisik yang berbeda dari manusi sekarang ini, sisa-sisanya adalah beberapa fosil yang ditemukan di lembah Bengawan Solo. Fosil-fosil itu oleh para ahli disebut Pithecanthropus Erectus, fosil ini juga ditemukan di sebuah gua dekat Peking, dan beberapa Asia Timur.</p>
<p>Karena waktu bentuk fisiknya sudah berevolusi, sehingga menampakkan cirri-ciri yang berbeda. Sejumlah fosil yang telah mengalami evolusi ditemukan di desa Ngandong dan para ahli menyebutnya sebagai Homo Soloensis. Homo Soloensis itu dalam beberapa tahun kemudian mereka berevolusi menjadi manusi asekarang, tetapi dengan ciri-ciri ras yang menyerupai penduduk asli Australia. Sisa-sisa fosil dari perubahan Homo Soloensis di temukan dis uatu tempat bernama Wajak, para ahli menyebutnya Homo Wajakensis. Fosil itu juga banyak ditemukan di daerah Talgai, Darling Downs, Queensland,yang dipercaya sebagai nenek monyang penduduk asli Australia.</p>
<p>Persebaran manusia dengan ciri-ciri Austro-Melanesoid.</p>
<p>Nenek moyang dari manusia Wajak tersebut diatas, sebelumnya sudah ada yang menyebar ke arah barat dan ke arah timur Nusantara. Mereka yang menyebar ke arah timur menduduki Irian. Meraka hidup dalam kelompok-kelompok kecil di daerah muara-muara sungai di mana mereka hidup dengan menangkap ikan di sungai, dan meramu tumbuh-tumbuhan. Pada masa sekarang bekas-bekas itu dapat ditemukan di daerah Teluk McCluer dan Teluk Triton di kepala Cendrawasih. Bekas-bekas itu berupa tempat-tempat perlindungan di bawah karang atau yang disebut abris sous roches.</p>
<p>Di bagian barat dari Nusantara orang Austro-Melanesoid, mengembangkan suatu kebudayaan yang pada dasarnya sama dengan kelompok yang dihidup di Irian. Mereka juga mengembangkan perkampungan abris sous roches. Adapun perbedaan dengan kelompok di Irian adalah mereka menggunakan kapak genggam yang mempunyai suatu sisi bekas pecahan yang kasar dan suatu sisi luar yang lebih halus. Kapak itu sering diasah pada bagian tajamnya.</p>
<p>Persebaran dari manusia Austro-Melanesoid yang makan kerang, dapat direkontruksi dari adanya timbunan sisa-sisa kulit kerang yang di sebut kjokkenmoddinger atau sampah dapur. Sekarang tempat-tempat yang berupa bukit-bukit kerang dan ditandai dengan adanya kapak genggam yang bagian tertentunya tajam. Banya dijumpai di Aceh, Kedah dan Pahang di Malaysia. Kecuali itu k[ak-kapak itu juga ditemukan di Jawa Timur, tetapi juga di Vietnam Utara, ialah di Pengunungan Bacson, dan di gua-gua dari Propinsi Hoa-binh, Hoa-nam, dan Tan-Hoa. Justru penemuan-penemuan alat-alat prehistoris yang berpusat kepada alat genggam itu tadi disebut alat-alat Bacson-Hoabinh.</p>
<p>Fosil-fosil manusia yang sering ditemukan bersamaan dengan alat-alat Bacson-Hoabinh tadi, seperti misalnya di gua Sodong dan Samoung di Jawa Timur, di bukit kerang di Aceh, dan Di gua Kepah di Malaysia Barat, menunjukkan secara dominan ciri-ciri Austro-Melanesoid, sungguh pun bercampur ciri-ciri ras Mongoloid. Justru karena itulah Koentjaraningrat condong untuk menyimpulkan bahwa adanya persebaran dari timur ke barat dari manusia Austro-Melanesoid berasal dari Jawa, melalui Sumatera, Semenanjung Malayu dan Muang Thai sampai Vietnam Utara.</p>
<p>Pengaruh ciri-ciri Mongoloid. Dari manakah kiranya asalnya ciri-ciri Paleo-Mongoloid yang tampak pada penduduk kuno di Indonesia tersebut. Ciri-ciri itu mungkin bersal dari Asia. Satu kemungkinan adalah melalui jalan yang dilalui oleh orang Austro–Melanesoid yang ke arah barat dan utara, di mana orang-orang dengan cirri-ciri Mongoloid bercampur dengan orang-orang Austro-Melanesoid. Dengan demikian</p>
<p>Perpindahan/Migrasi Bangsa-bangsa ke Indonesia<br />
Sebelum Anda membahas lebih jauh uraian materi migrasi bangsa-bangsa ke Indonesia, alangkah baiknya Anda perhatikan terlebih dahulu gambar 1 yang merupakan peta rute atau arah penyebaran kapak persegi dan kapak lonjong (kebudayaan Neolithikum) ke Indonesia.</p>
<p>Gambar 1. Alur Penyebaran Kebudayaan Neolithikum di Indonesia.</p>
<p>Dari gambar 1 di atas, tentu Anda mempunyai suatu gambaran bahwa kebudayaan Neolithikum yang berupa kapak persegi dan kapak lonjong yang tersebar ke Indonesia tidak datang/menyebar dengan sendirinya, tetapi terdapat manusia pendukungnya yangberperan aktif dalam rangka penyebaran kebudayaan tersebut.</p>
<p>Manusia pendukung yang berperan aktif dalam rangka penyebaran kebudayaan itulah merupakan suatu bangsa yang melakukan perpindahan/imigrasi dari daratan Asia ke Kepulauan Indonesia bahkan masuk ke pulau-pulau yang tersebar di Lautan Pasifik.</p>
<p>Dari penjelasan di atas tentu Anda ingin mengetahui dari mana, asal bangsa-bangsa yang berimigrasi ke Indonesia? Untuk itu silahkan Anda perhatikan gambar 2 berikut ini.</p>
<p>Gambar 2 Alur Perpindahan Bangsa-bangsa.</p>
<p>Bangsa yang berimigrasi ke Indonesia berasal dari daratan Asia tepatnya Yunan Utara bergerak menuju ke Selatan memasuki daerah Hindia Belakang (Vietnam)/Indochina dan terus ke Kepulauan Indonesia, dan bangsa tersebut adalah:</p>
<p>Bangsa Melanesia atau disebut juga dengan Papua Melanosoide yang merupakan rumpun bangsa Melanosoide/Ras Negroid. Bangsa ini merupakan gelombang pertama yang berimigrasi ke Indonesia.</p>
<p>Bangsa Melayu yang merupakan rumpun bangsa Austronesia yang termasuk golongan Ras Malayan Mongoloid. Bangsa ini melakukan perpindahan ke Indonesia melalui dua gelombang yaitu:</p>
<p>Gelombang pertama tahun 2000 SM, menyebar dari daratan Asia ke Semenanjung Melayu, Indonesia, Philipina dan Formosa serta Kepulauan Pasifik sampai Madagaskar yang disebut dengan Proto Melayu. Bangsa ini masuk ke Indonesia melalui dua jalur yaitu Barat dan Timur, dan membawa kebudayaan Neolithikum (Batu Muda)</p>
<p>Gelombang kedua tahun 500 SM, disebut dengan bangsa Deutro Melayu. Bangsa ini masuk ke Indonesia membawa kebudayaan logam (perunggu).</p>
<p>Tabel Migrasi Bangsa-Bangsa ke Indonesia<br />
Gelombang Migrasi<br />
Jenis Bangsa<br />
Rumpun Bangsa<br />
Jenis Ras</p>
<p>Jenis Bangsa Prasejarah Indonesia<br />
Dengan adanya migrasi/perpindahan bangsa dari daratan Asia ke Indonesia, maka pada zaman prasejarah di Kepulauan Indonesia ternyata sudah dihuni oleh berbagai bangsa yang terdiri dari:</p>
<p>Bangsa Melanisia/Papua Melanosoide yang merupakan Ras Negroid memiliki ciri-ciri antara lain: kulit kehitam-hitaman, badan kekar, rambut keriting, mulut lebar dan hidung mancung. Bangsa ini sampai sekarang masih terdapat sisa-sisa keturunannya seperti Suku Sakai/Siak di Riau, dan suku-suku bangsa Papua Melanosoide yang mendiami Pulau Irian dan pulau-pulau Melanesia.</p>
<p>Bangsa Melayu Tua/Proto Melayu yang merupakan ras Malayan Mongoloid memiliki ciri-ciri antara lain: Kulit sawo matang, rambut lurus, badan tinggi ramping, bentuk mulut dan hidung sedang. Yang termasuk keturunan bangsa ini adalah Suku Toraja (Sulawesi Selatan), Suku Sasak (Pulau Lombok), Suku Dayak (Kalimantan Tengah), Suku Nias (Pantai Barat Sumatera) dan Suku Batak (Sumatera Utara) serta Suku Kubu (Sumatera Selatan).</p>
<p>Bangsa Melayu Muda/Deutro Melayu yang merupakan rasa Malayan Mongoloid sama dengan bangsa Melayu Tua, sehingga memiliki ciri-ciri yang sama. Bangsa ini berkembang menjadi Suku Aceh, Minangkabau (Sumatera Barat), Suku Jawa, Suku Bali, Suku Bugis dan Makasar di Sulawesi dan sebagainya. .</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bluetiger01.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bluetiger01.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=24&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/24/penduduk-indonesia-tertua-dan-persebaran-bangsa-bangsa-dalam-zaman-prehistori/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5e0e5e8bfe0f9539e296e2b080caaff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bluetiger01</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fisika n Latihan Cerdas Cermat UUD NRI Tahun 1945 dan TAP MPR RI</title>
		<link>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/22/fisika-n-latihan-cerdas-cermat-uud-nri-tahun-1945-dan-tap-mpr-ri/</link>
		<comments>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/22/fisika-n-latihan-cerdas-cermat-uud-nri-tahun-1945-dan-tap-mpr-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 15:10:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bluetiger01</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tak Berkategori]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bluetiger01.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[01-besaran-dan-satuan 02-gerak-lurus 03-hukum-newton-new 04-memadu-gerak 05-gerak-melingkar 06-gravitasi 07-usaha-dan-energi 08-momentum 09-elastisitas 10-fluida Soal LCC UUD 1945   Semoga Bermanfaat<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=14&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/01-besaran-dan-satuan.pdf">01-besaran-dan-satuan</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/02-gerak-lurus.pdf">02-gerak-lurus</a><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/03-hukum-newton-new.pdf"></a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/03-hukum-newton-new.pdf">03-hukum-newton-new</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/04-memadu-gerak.pdf">04-memadu-gerak</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/05-gerak-melingkar.pdf">05-gerak-melingkar</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/06-gravitasi.pdf">06-gravitasi</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/07-usaha-dan-energi.pdf">07-usaha-dan-energi</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/08-momentum.pdf">08-momentum</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/09-elastisitas.pdf">09-elastisitas</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/10-fluida.pdf">10-fluida</a></p>
<p><a href="http://bluetiger01.files.wordpress.com/2010/04/soal-lcc-uud-1945.docx">Soal LCC UUD 1945</a></p>
<p> </p>
<p>Semoga Bermanfaat</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bluetiger01.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bluetiger01.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bluetiger01.wordpress.com&amp;blog=13268721&amp;post=14&amp;subd=bluetiger01&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bluetiger01.wordpress.com/2010/04/22/fisika-n-latihan-cerdas-cermat-uud-nri-tahun-1945-dan-tap-mpr-ri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/c5e0e5e8bfe0f9539e296e2b080caaff?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bluetiger01</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
